Mengidentifikasi metodologi penelitian yang digunakan dalam pengajaran
bahasa Inggris, diantaranya adalah :
1. 5 Sumber Penegtahuan
2. Karakteristik pada Pendekatan Ilmiah
3. Pendekatan Ilmiah pada Pendidikan
4. Perbedaan antara Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif
5. Tipe spesifik pada Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif
6. Fungsi Penelitian
7. Proses Penelitian
1. 5 sumber pengetahuan
A. Pengalaman (Experience)
Pengalaman
adalah suatu kejadian yang pernah dialami baik sudah lama atau baru saja
terjadi (bersadarkan cerita kita). Pengalaman juga bermakna hubungan penelitian
sebagai pengetahuan. Pengalaman bisa
disebut juga ilmu baru .
·
Kekuatan
: dapat menyelesaikan beberapa masalah dari pengalaman
·
Kelemahan
: meiliki keterbatasan sebagai sumber pengetahuan. Maksudnya, adalah ketika kita mempunyai sebuah peristiwa,
apakah kita bisa menghadapi peristiwa peristiwa tersebut atau tidak.
B. Wewenang
(Aouthority)
Wewenang adalah
ketika kita mencari ilmu dari seseorang yang memiliki pengalaman lebih
danmemiliki beberapa sumber keahlian lainnya. Wewenang juga bisa diartikan ahli
dalam bidangnya. Wewenang dipakai untuk memecahkan masalah, bisa memlalui buku
atau guru pembimbing.
·
Kekuatan
: dapat mencari sumber yang benar dan akurat. Maksudnya, ketika kita
mencari sumber tentang ilmu pendidikan,
ada banyak berbagai sumber, lalu pasti kita mencari sumber yang benar dan
akurat.
·
Kelemahan
: terlalu bergantung pada sumber. Maksudnya, ketika kita sedang mencari sumber,
tetapi sumber itu yang kita cari dan terlalu bergantung sehingga kita tidak
bisa mandiri
C. Pemikiran
Deduktif (Deductive Reasoning)
Pemikiran
deduktif adalah proses berpikir di mana seseorang mulai dari umum ke pengetahuan
tertentu melalui argumen logis atau nyata. Pada pemikiran deduktif ini dimulai
dari yang umum tetapi memiliki sepesifik yang lebih rinci atau dari umum lalu
menuju ke spesifik (General – Spesifik ).
· Kekuatan : dapat menghubungkan suatu teori dengan apa yang
kita lalui
· Kelemahan : tidak dapat melakukan penelitian ilmiah
D. Pemikiran
Induktif (Inductive Reasoning)
Pemikiran
Induktif adalah proses atau cara berpikir seseorang untuk mendapatkan sebuah
kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berdasarkan pada fakta-fakta. Pada
pemikiran induktif ini dimulai dari spesifik tetapi bersifat umum (Spesifik –
General) dengan cara observasi terlebih dahulu lalu mengumpulkan data atau
referensi.
·
Kekuatan
: menguhubungkan sesauatu apa yang kita lakukan dengan sebuah teori
·
Kelemahan
:
E. Pendekatan
Ilmiah (Scientific Approach)
Pendekatan
ilmiah adalah penggabungan dari pemikiran deduktif dan pemikiran induktif.
Tetapi pendekatan ilmiah ini berbeda dengan pemikiran induktif yang menggunakan
hipotesis.
·
Kekuatan
: selalu digambarkan sebagai metode yang memperoleh pengetahuan dari seorang
peneliti
·
Kelemahan
: membutuhkan proses yang sangat lama dan membuang buang waktu
Dari ke 5 sumber pengetahhuan diatas, sumber yang paling
tepat dan yang paling baik adalah “Pendekatan Ilmiah”. Karena pendekatan ini
sangat rinci, akurat dan menghasilkan hasil yang tepat walaupun membutuhkan
proses yang sangat lama.
2. Karakteristik pada Pendekatan Ilmiah (Characteristics of Scientific Approach)
1)
Reductionism
Adalah pendekatan
yang mereduksi kompleksitas permasalahan menjadi bagian-bagian yang lebih
kecil, sehingga dapat dengan mudah diamati dan diteliti.
2)
Repeatability
Adalah suatu
pengetahuan disebut ilmu, bila pengetahuan tersebut dapat dibuktikan dengan
mengulang eksperimen atau penelitian yang dilakukan oleh orang lain di tempat
dan waktu yang berbeda.
3)
Refutation
Adalah suatu ilmu harus memuat informasi yang dapat ditolak
kebenarannya oleh orang lain.
3. Pendekatan Ilmiah pada Pendidikan (Scientific Approach in Education)
Penelitian pendidikan adalah cara dimana orang memperoleh
informasi yang dapat diandalkan dan bermanfaat terutama pada proses pendidikan.
Atau suatu kegiatan yang sistematis untuk menemukan jawaban yang mendekati
pendekatan dalam permasalahan pendidikan. Tujuannya adalah meningkatkan
kualitas sumber daya manusia demi kemajuan neagara. Contoh pendekatan ilmiah
pada pendidikan adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) peneitian ini dapat dilakukan didalam
kelas secara langsung untuk meneliti bagaiama pembelajaran tersebut apakah
sudah sesuai dengan kriteria yang ditentukan.
4. Perbedaan antara Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif
Penelitian Kuantitatif dapat diklarifikasikan sebagai
penelitian eksperimental dan tidak eksperimental
·
Penelitian
eksperimental adalah penelitian yang melibatkan studi tentang manipulasi
sistematis satu dengan variabel lainnya. Manipulasi variabel tersebut disebut
laporan experimental atau variabel independen. Contoh : meneliti
pengaruh pemberian pekerjaan rumah (PR)dengan prestasi belajar
·
Penelitian
tidak eksperimental adalah peneitian yang mengidentifikasi suatu variabel dan
mencari hubungannya tetapi tidak memanipulasi variabel. Peneliti hanya
membandingkan kelompok yang berbeda pada variabel independen pada variabel yang
sudah ada sebelumnya untuk menentukan hubungan dengan variabel dependen. Contoh
: meneliti
tentang kelengkapan buku paket yang tersedia di sekolah dan hubungannya dengan
minat siswa terhadap mata pelajaran tertentu.
Selain itu penelitian kuantitatif dan kualitatif memiliki
perbedaan sebagai berikut
a
Tujuan
:
·
Penelitian
Kuantitatif : untuk mempelajari hubungan sebab akibat. Meniliti pada sebuah
masalah yang mengandung sebab akibat dari masalah tersebut.
·
Penelitian
Kualitatif : untuk menguji sebuah fenomena secara detail.
b
Desain
:
·
Penelitian
Kuantitatif : dapat dikembangkan sebelum pembelajaran. Maksutnya penelitian
tersebut dapat dilakukan dan dikembang sebelum pembelejaran berlangsung.
·
Penelitian
Kualitatif : bersifat fleksibel dan dapat dilakukan ketika pembelajaran berlangsung.
c
Pendekatan
:
·
Penelitian
Kuantitaif : bersifat deduktif dan untuk melakukan penilitian tersebut
dilakukan tes
·
Penelitian
Kualitatif : bersifat induktif dan penelitian tersebut menghasilkan sebuah
teori.
d
Alat
:
·
Penelitian
Kuatitatif : menggunakan instrumen terpilih
·
Peneitian
Kualitatif : alat pengumpulannya menggunakan data primer
e
Sempel
:
·
Penelitian
Kuantitatif : menggunakan sempel besar, artinya kita mengambil sempel dalam
jumlah yang besar seperti “murid SMP N 1 Jepara”
·
Penelitian
Kualitatif : menggunakan sempel kecil, artinya kita mengambil sempel dalam
jumlah kecil seperti “murid kelas VII B SMP N 1 Jepara”
f
Analisis
:
·
Penelitian
Kuantitatif : menggunakan analisis statistik data numerik
·
Penelitian
Kualitatif : menggunakan analisis deskripsi dan interpretasi naratif.
5. Tipe-tipe Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif
a
Tipe-tipe
penelitian kualitatif :
·
Etnografi adalah studi yang mempelajari tentang perilaku yang
terjadi secara alami disebuah budaya atau sebuah kelompok sosial. Etnografi
bisa disebut juga penelitian lapangan karna dilaksanakan langsung dilapangan.
·
Studi
kasus adalah penelitian yang mendalam tentang individu, satu
kelompok, satu organisasi, satu program kegiatan, dan sebagainya dalam waktu
tertentu. Studi kasus bisa dipakai untuk meneliti sekolah di
tengah-tengah kota di mana para siswanya mencapai prestasi akademik.
·
Studi Dokumen/Teks adalah kajian yang menitik beratkan pada
analisis atau interpretasi bahan tertulis berdasarkan konteksnya.
Bahan bisa berupa catatan yang terpublikasikan, buku teks, surat kabar,
majalah, surat-surat, film, catatan harian, naskah, artikel, dan sejenisnya.
·
Pengamatan Alami adalah jenis penelitian kualitatif dengan
melakukan observasi menyeluruh pada sebuah latar tertentu tanpa sedikitpun
mengubahnya. Tujuan utamanya ialah untuk mengamati dan memahami perilaku
seseorang atau kelompok orang dalam situasi tertentu.
b
Tipe-tipe
penelitian kuantitatif :
·
Experimental
adalah metode yang digunakan peneliti untuk mengetahui hasil treatment atau perlakuan
tertentu terhadap suatu kelompok masyarakat untuk membuat rekomenadasi atau
evaluasi sebuah kebijakan.
·
Survey
adalah penelitian yang digunakan untuk mengetahui hasil analisis mengenai tren,
perilaku atau pendapat dari populasi dengan cara melakukan studi terhadap
sampel dari populasi tersebut.
6. Fungsi-fungsi Penelitian
mencarikan penjelasan dan jawaban terhadap permasalahan
serta memberikan alternatif bagi kemungkinan yang dapat digunakan untuk
pemecahan masalah. Berikut adalah beberapa fungsi dari penelitian :
1)
Mengembangkan
ilmu pengetahuan.
2)
Mengembangkan
teknologi. Teknologi adalah penerapan ilmu pengetahuan ke dalam prosedur dan
alat (instrumen).
3)
Penyumbang
informasi penting bagi pembuatan kebijakan dan perencanaan program-program
pembangunan.
4)
Alat
pemecah praktis di lapangan.
7. Proses-proses Penelitian
1)
Mengidentifikasi
Masalah
Sebelum melakukan
penelitian, peneliti melakukan perumusan masalah terlebih dahulu agar tidak
kehilangan arah dalam melkaukan penelitian.
2)
Membuat
Hipotesa
Hipotesa adalah
jawaban sementara dalam sebuah penelitian.
3)
Studi
Literature (Kajian Pustaka)
Mempelajari buku-buku
referensi dan hasil penelitian sejenis sebelumnya yang pernah dilakukan oleh
orang lain, tujuannya ialah untuk mendapatkan landasan teori mengenai masalah
yang akan diteliti.
4)
Mengidentifikasi
dan Menamai Variabel.
Seorang peneliti
harus memahami gubungan dan makna variabel-variabel yang sedang ditiliti.
5)
Memanipulasi
dan Mengontrol Variabel
Memanipulasi
variable ialah memberikan suatu perlakuan pada variable bebas dengan tujuan
peneliti dapat melihat efeknya bagi variable tergantung atau variable yang
dipengaruhinya. Sedang yang dimaksud dengan mengontrol variable ialah melakukan
kontrol terhadap variable tertentu dalam penelitian agar variable tersebut
tidak mengganggu hubungan antara variable bebas dan variable tergantung.
6)
Menyusun
Desain Penelitian
7)
Mengidentifikasi
dan Menyusun Alat Observasi dan Pengukuran
8)
Membuat
Kuesioner dan Jadwal Interview
9)
Melakukan
Analisa Statistik
10) Menulis Laporan Hasil Penelitian